LG Chocolate Touch Hadirkan Hentakan Musik Terbaiknya

lg_chocolate_touch

Verizon Wireless telah mengumumkan kehadiran perangkat terbarunya dari LG. Perangkat LG terbaru tersebut dikenal dengan LG Chocolate Touch. Menurut rencananya, LG Chocolate Touch ini telah hadir di pasaran terhitung mulai tanggal 5 November 2009.

Chocolate Touch menawarkan fitur musik premium, termasuk Dolby Mobile equaliser, radio FM dengan 12 preset, Song ID, dan sebuah fungsi “Join the Band”. Dengan keberadaan fungsi “Join the Band” ini, pengguna akan dapat berinteraksi dengan musik dengan menekan pada virtual drum kit dan memainkan piano virtual pada layar.

Selain itu, fitur lain yang tersedia pada LG Touch ini diantaranya adalah kamera 3,2 megapiksel dengan video capture yang juga memiliki modus pengambilan panorama dan pengeditan Makeover wajah.

Chocolate Touch juga dilengkapi dengan menghadirkan tombol jejaringan sosial yang akan mengizinkan penggunanya melakukan otomatis upload ke situs-situs seperti Facebook, MySpace dan Twitter. Dan mengenai harganya sendiri, perangkat LG Chocolate Touch tersebut ternyata dibandrol sengan kisaran 80 USD atau sekitar 800 ribu rupiah setelah harga potongan dengan fasilitas jaminan purna jual selama dua tahun tentunya

Nokia Memulai Program Mengejutkan Untuk Penggantian Charger Dari Pasaran

charger-exchange-program-600

Nokia baru saja telah mengumumkan bahwa sampai 14 juta dari pengisi daya ponselnya bisa hancur berantakan, dengan memperlihatkan para pengguna yang berpotensi fatal tersengat tegangan listrik.

Pihaknya telah memulai sebuah program penggantian charger (charger exchange program) di mana pengguna memiliki charger bermerek Nokia yang diproduksi oleh pemasok pihak ketiga disarankan untuk menukar charger tersebut untuk diganti secara gratis.

Menurut Nokia, selama pengecekan kendali mutu secara rutin, sebuah ‘persoalan kualitas produk potensial’ dengan charger tertentu yang diproduksi oleh salah satu pemasok pihak ketiga ditemukan.

Sampul plastik charger yang bermasalah tersebut terpisah, yang memperlihatkan komponen internal charger dan berpotensi menimbulkan bahaya tersengat listrik jika gubbins internal tersentuh saat charger daya ini dipasang ke soket secara langsung.

Nokia mengatakan tidak mengetahui adanya insiden atau cedera yang berhubungan dengan charger ini, tetapi tampaknya lebih merekomendasikan siapapun dengan perangkat bermasalah tersebut harus berhenti menggunakannya dan menukarnya untuk diganti secara gratis.

Perangkat yang rusak atau bermasalah tersebut diantaranya adalah model AC-3E dan AC-3U, yang diproduksi antara 15 Juni 2009 dan 9 Agustus 2009; Selain itu, juga charger Nokia untuk model AC-4U, yang diproduksi antara 13 April 2009 dan 25 Oktober 2009.

Dan bagi para konsumen yang terkena dampak ini bisa melakukan pergantian charger secara gratis.

Nokia Umumkan Ponsel Penuh Sentuhan Dengan Harga yang Murah

n5230Sebagai produsen ponsel terkenal di dunia, tampaknya Nokia tidak tinggal diam dan tak mau kalah dengan produsen ponsel pesaingnya seperti Sony Erickson, Motorolla, dan lain-lain. Berkaitan dengan itu, baru-baru ini pihak Nokia telah mengumumkan produk terbarunya yaitu N5230. Ponsel ini dirancang bagi Anda yang berjiwa aktif dan yang suka hiburan. Dengan harga yang terjangkau merupakan suatu alternatif yang terbaik bagi Anda.

Usut punya usut, perangkat ponsel yang baru diperkenalkan tersebut hampir bisa dikatakan mirip dengan produk ponsel sebelumnya yang terkenal itu yaitu Nokia 5800 XpressMusic yang diantaranya seperti adanya pemutar musik dan video, navigasi 3D pada A-GPS, layanan Ovi dan lain-lain. Namun pada ponsel N5230 ini, ternyata ada sejumlah fitur yang berbeda yaitu kamera yang hanya 2 megapiksel atau lebih rendah dengan fitur yang dimiliki N5800 XpressMusic yang sudah berkamera 3 megapiksel. Selain itu, yang membedakan dengan fitur yang dimiliki N5800 XpressMesic adalah ketidak adaan perangkat Wi-Fi pada ponsel N5230 ini. Dan skin pembalutnya, tersedia dalam beberapa warna pilihan yang berbeda.

Untuk pasaran di Uni Eropa, rencananya ponsel N5230 ini akan dipasarkan seharga 149 Euro atau sekitar 2,16 juta rupiah. Dan ponsel ini akan segera beredar dipasaran pada kwartal keempat atau akhir tahun 2009 ini. Sementara itu, satu versi lagi akan meliputi WCDMA 850/1900 yang diperuntukkan untuk jaringan 3G di wilayah Amerika Utara. Sedangkan semua versi juga berfitur GSM guad-band.

Motorola Perkenalkan Perangkat Ponsel Quantico Yang Tahan Banting Dan Tahan Air

motorola_quanticoPada rilis pertamanya ini, Motorola mengklaim kalau produk ponsel terbarunya yang dikenal dengan Quantico itu, merupakan perangkat ponsel yang berkualitas dan tahan uji bak seperti pasukan yang siap bertempur dalam berbagai kondisi apapun juga.

Perangkat ponsel Motorola Quantico (yang dinamai setelah berbasis USMC) ini telah didukung dengan teknologi tri-band CDMA dan 800/1700/1900MHz EVDO. Perangkat bergaya Flip ini memiliki eksterior berlapis karet dengan pola bertekstur untuk membuatnya lebih mudah bertahan di genggaman.

Quantico dapat bertahan selama 30-menit pada kedalaman air hingga tiga meter. Juga dapat bertahan terhadap tekanan yang ekstrim, suhu, debu, guncangan, getaran dan hembusan derasnya air hujan. Fitur lainnya termasuk GPS, Bluetooth 2.0, 2.5mm headset jack, kinerja tinggi speakerphone dan kamera 1,3 megapiksel juga tersedia di dalamnya.

Dalam hal ini, US Cellular telah mulai menjual ponsel Motorola Quantico ini sebesar 99 USD atau sekitar 990 ribu rupiah setelah potongan harga dengan ketentuan terbaru tentunya. Selain itu, melalui jalur pra bayar yang telah disediakan, harga yang ditawarkan bisa mencapai 190 USD atau sekitar 1,9 juta rupiah.

Tentang negeri kabuyutan pulau Jawa

Segala kebutuhan hidup mahluk manusia dibumi ini termasuk yang menempati pulau Jawa, sejak masa purba selalu dipenuhi oleh alam. Keadaan dibumi dengan segala elemennya : tanah, air, udara, api, dengan berbagai vegetasi dan hewan, sudah kondusif untuk dihuni manusia.

Tentu saja lingkungan alam masih segar dan serba bersih. Hutan belantara dan berbagai tumbuhan pakan ada dimana-mana, sementara kelompok manusia masih sedikit sekali. Makanan, tempat tinggal, langsung didapat dari alam. Sepanjang tahun, disegala musim, tidak pernah kekurangan makanan dan selalu mendapatkan perlindungan yang cukup untuk mempertahankan diri dan melanjutkan eksistensinya.


Sawah beririgasi

Salah satu karya agung nenek moyang orang Jawa adalah penanaman padi dengan sistim irigasi, dibuat sawah yang diairi – wet rice cultivation.

Dalam perjalanan waktu, perkembangannya selalu berjalan secara alami, sesuai kebutuhan disetiap saat. Tibalah saatnya ketika manusia mulai merasa perlu untuk hidup berkelompok, mulailah terlahir habitat tetap sekelompok manusia dengan membentuk dusun-dusun kecil. Mereka menghuni dataran-dataran rendah dimana persediaan air cukup. Itu diperlukan untuk bersawah, berkebun dan memberi makan ternaknya.

Sebagai tempat perlindungan, mereka tidak lagi menempati gua-gua, tetapi mulai membangun rumah tempat tinggal yang lebih nyaman, yang terbuat dari bahan-bahan yang telah tersedia dialam, seperti bambu, kayu, daun kelapa, tanah liat, batu dll.


Papan, pangan, sandang

Keberadaan manusia didunia, sejak dulu selalu dibantu oleh alam , berupa papan yang memadai, kemudian pangan yang melimpah dan mudah didapat. Dalam perkembangannya , badan fisik juga perlu dilindungi dari hawa dingin dan ancaman alam seperti gigitan binatang, goresan duri dan mulai adanya rasa malu, manusia mulai memakai sandang.
Jadi papan, pangan dan sandang adalah kebutuhan esensial masyarakat manusia sejak zaman purba.


Mudita dan manusia

Pinisepuh Kejawen menyatakan bahwa manusia itu menempati habitatnya dijagatnya para mudita. Mudita artinya manusia pria dan wanita, mahluk paling sempurna didunia, yang keberadaannya didunia tercipta atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

Eksistensi mudita terwujud setelah jagat siap ditempatinya sebagai rumah tinggal yang nyaman dimana segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang kehidupannya telah terbentuk.


Oleh Tuhan , Sang Pencipta, mudita diberi kuasa untuk menamai semua hal yang ada didunia ini,
baik yang berupa benda maupun yang berupa sifat dan rasa.Muncullah kata-kata seperti : beras, air, tikar, kuda, matahari, rembulan, bintang, tanah dsb. Juga kata-kata yang berhubungan dengan rasa seperti : manis, pahit, asam, senang, susah, dekat, jauh dsb. Coba bayangkan , seandainya tidak ada mudita, maka semua kata-kata dan bahasa , tidak ada – ora kocap, bahasa Jawanya.

Sesuai perkembangan, kini jagat telah dihuni banyak mudita, ini sesuai dengan pemahaman Kejawen : Witing rame saka sepi, witing gumelar saka sonya. –Asal ramai dari sepi, jagat yang tergelar berasal dari kosong.

Mulai saat itu, boleh dibilang, para mudita adalah mahluk terpenting yang menguasai kehidupan didunia ini.


Manusia

Dalam perkembangannya, pinisepuh Jawa menamakan orang dengan “manusia”. Kata manusia itu berasal dari kata manu yang artinya malu dan swa artinya hewan. Maksudnya jelas bahwa manusia itu adalah orang yang punya rasa malu, bukannya seperti hewan yang tidak punya rasa malu.

Pemahaman sejati apa itu “manusia” adalah salah satu dasar filosofi Kejawen. Orang yang punya rasa malu, manusia, adalah orang yang punya harga diri. Kalau orang tidak punya malu, hilang sifat manusianya.


Negeri Kabuyutan

Manusia semakin berkembang, tumbuh secara alami, otaknya menjadi lebih pandai. Tatacara kehidupan mulai ditata dengan sadar secara bergotong royong supaya kehidupannya terjamin, aman dan rukun.

Sejak 10.000. tahun S.M., sistim sawah irigasi telah dilakukan para petani Jawa. Sejak mereka mengenal kelompok kehidupan didusun-dusun, mulailah dikenal pemerintahan desa. Pemimpin yang dihormati dan ditaati adalah para pinisepuh. Secara nalar, orang yang lebih tua, tentulah lebih banyak pengalamannya dan lebih bijak. Sejak dulu, sudah menjadi tradisi orang Jawa untuk menghormati pinisepuh.

Lalu dimana negeri Kabuyutan yang dipimpin Dewan Pinisepuh berada? Biasanya didirikan disuatu dataran yang subur, ada sungai mengalir, atau ditepi danau atau rawa, disitu berdiri sebuah negeri dengan sistim Kabuyutan.

Sebuah negeri Kabuyutan terdiri dari lima buah desa. Letak desa-desa tersebut disesuaikan dengan arah angin.
Pusat negeri berada didesa yang terletak ditengah empat desa lain yang mengelilinginya. Kelima buah desa yang disebut negeri Kabuyutan itu dikepalai oleh seorang Kepala Negeri yang disebut Kliwon, artinya orang bijak. Desa yang ditengah juga disebut Kliwon. Kepala Negeri dipanggil Buyut oleh warganya.

Buyut artinya kakek buyut, tentu seseorang yang sudah sepuh usianya, sudah punya anak dan cucu.Keempat desa yang lain mengitari desa Kliwon yang berada ditengah, yaitu :

Desa yang sebelah timur dinamakan Legi.
Desa yang sebelah selatan dinamakan Paing.
Desa sebelah barat dinamakan Pon.
Desa sebelah utara dinamakan Wage.


Desa-desa Legi, Paing, Pon, Wage , masing-masing dikepalai oleh seorang Kepala Desa yang disebut Lurah, oleh warganya disebut Ki, artinya kakek.

Kepala Negeri yang dinamakan Kliwon dan para Kepala Desa yang disebut Lurah, adalah para pinisepuh negeri, mereka adalah orang-orang yang dituakan artinya dihormati, dituruti segala perintah dan nasihatnya oleh seluruh warganya.


Perangkat negeri lainnya


Kliwon dan Lurah dalam menjalankan roda pemerintahan dibantu oleh pejabat-pejabat yang lain, yang penting , antara lain :

Carik, kalau sekarang Sekretaris Jendral, yang mempunyai catatan tentang peraturan dan hal-hal yang diputuskan oleh Negeri.

Mantri Ulu-Ulu,petugas yang mengurusi pengairan sawah. Ini termasuk jabatan kunci supaya para petani mendapatkan jatah pengairan sawah dengan cukup dan adil. Sehingga petani warga desa hidup rukun.

Mantri Jagabaya, petugas yang mengurusi bidang ketertiban dan keamanan.

Pada masa dulu bahaya dan gangguan bisa datang dari binatang buas atau orang-orang yang malas bekerja, tetapi mau hidup enak, lalu mereka jadi maling dan begal, perompak jalanan.Memang dari dulu didunia ini sudah ada baik dan jahat.

Dalam upacara ritual, pelaksanaannya dipercayakan kepada seorang Pandhita, yaitu orang yang mampu menguraikan maksud tujuan ritual dan menguasai tatacaranya.Dalam perkembangannya upacara ritual sering dipimpin seorang priyayi sepuh atau wong tuwo atau wiku.

Sesudah dikenal seni wayang dengan cerita lokal artinya belum dari Ramayana dan Mahabarata, dimasyarakat ada jabatan yang dinamakan Juru Udhalan, orang yang fasih menjelaskan tentang makna suatu ritual.Kata udhalan menjadi dhalan dan selanjutnya dhalang, diberi gelar Ki Dhalang, artinya orang tua yang dihormati dan dipercaya.

Pada zaman wayang mulai dipergelarkan dan menjadi populer, Ki Dhalang memimpin upacara pagelaran wayang yang melambangkan ajaran dan tuntunan hidup yang baik dan benar.


Sejak zaman dulu, sudah ada orang yang karena kegiatan nya menolong orang sakit atau orang yang lagi menderita atau butuh bantuan, disebut dhukun.Dhukun itu seorang ahli atau pawang yang memberi pertolongan dengan pengobatan fisik dan menggunakan jamu/obat ataupun dengan memakai mantra untuk mendatangkan enerji penyembuhan.

Pada dasarnya seorang dukun menggunakan keprigelannya, pengetahuannya, kepandaiannya untuk membantu orang lain dan itu didasari atas pengetahuan alamiahnya, intuisinya atau berdasarkan ajaran pinisepuh.Dalam menunaikan tugas selalu didasari berkah Gusti, Tuhan. Jadi dukun pada umumnya adalah penyalur enerji Ilahiah atau Divine Energy.

Oleh karena itu dimasyarakat dikenal adanya : Dukun bayi, yang menolong kelahiran; Dukun pijat, yang menolong orang yang keseleo atau ingin badannya merasa fit;dukun penyembuh, yang membantu menyembuhkan orang sakit, istilahnya sekarang penyembuh alternatif – alternative healer.

Ada juga dukun yang memberi nasihat kehidupan, menghilangkan gangguan mental, jiwa, yang oleh masyarakat tradisional disebut priyayi sepuh, wong tuwo atau wong pinter, yang istilahnya sekarang disebut paranormal atau psychic.
Perias temanten tradisional, selain merias dan mendandani kedua temanten pria dan wanita ,juga mengurusi seluruh seluk beluk upacara perkawinan, juga disebut dukun manten.

Jadi pada dasarnya profesi dukun itu diperlukan dan diakui, asal dipandang dari sudut pandang positif. Kalau ada dukun “ilmu hitam” yang melayani perbuatan yang tidak baik, seperti melakukan santet, mencari pesugihan –kekayaan dengan salah jalan, itu jelas menyalahi kodrat . Dan lain perkara kalau ada orang yang menyalahgunakan profesinya untuk maksud yang tidak baik.


Hari Pasaran

Letak desa-desa yang disebut : Legi, Paing, Pon , Wage, Kliwon, yang artinya ada di Timur, Selatan, Barat, Utara dan Tengah, ini disebut hari-hari pasaran.Itu juga merupakan hari lima.Ini merupakan hari kalender asli dan yang tertua ditanah Jawa. Waktu itu belum ada hari tujuh Senin sampai Ahad seperti sekarang.

Pada zaman kuno, juga sudah diperlukan tukar menukar produk yang dihasilkan, lalu kemudian ada pembelian dengan imbalan uang logam. Tempat tukar menukar atau jual beli tersebut disebut pasar. Dimasa lalu, karena relatif masih sepi, maka letak pasar digilir, lima hari sekali. Setiap hari Legi, pasar ada didesa sebelah timur, kalau hari Paing diselatan, begitu seterusnya.

Ini juga dipakai kalau ada undangan sarasehan negeri atau rapat. Kalau diadakan pada hari Kliwon artinya tempatnya juga otomatis didesa Kliwon.Jadi mudah untuk dimengerti.

Pemimpin yang mrantasi gawe dalam budaya Jawa

Dalam keadaan negara yang amburadul, carut marut, tentu akan muncul pemimpin yang akan memperbaiki keadaan, pada waktunya yang tepat.

Pemimpin itu pasti orang yang berbudi luhur, jujur, pandai dan berwawasan luas, tidak punya pamrih hanya untuk kepentingannya sendiri, berani hidup sederhana, berani menegakkan kebenaran, bijak dan mrantasi gawe – mampu menuntaskan semua masalah. Karena kebijakan dan tindakannya adalah dijalan Ilahi dan diatas segalanya, pemimpin itu telah tercerahkan jiwanya.


Berani hidup sederhana

Para pinisepuh selalu menekankan bahwa seorang pemimpin itu harus berani hidup sederhana, tidak bergelimang kemewahan. Hal ini dipersyaratkan mutlak supaya pemimpin tidak menyakiti perasaan rakyatnya, karena kebanyakan kawula kehidupannya masih belum sejahtera.

Pemimpin yang hidup enak-enak, mewah, serba berlebih, sementara rakyatnya banyak yang melarat, itu bukanlah manusia terpuji. Dia tidak punya rasa solidaritas sama sekali dan tidak mengerti perasaan kawula alit.

Yang amat diharapkan oleh rakyat dan negara adalah pemimpin yang berkwalitas, yang bisa mrantasi gawe .Bukan pemimpin yang hanya bisa ngomong manis dan mengobral janji, bergaya sopan seperti a gentleman atau a gentle lady.

Yang penting adalah bukti nyata, dia telah mrantasi gawe, bekerja dengan berhasil, membangun kehidupan yang tertata rapi, aman, adil, sehingga rakyat menikmati kehidupan yang sejahtera, tersedia dan terjangkau sandang, pangan, papan, lapangan kerja, pendidikan, masa depan bangsa dan negara cerah.Orang Jawa dulu punya istilah : Wong cilik iso gumuyu- Orang kecil bisa ketawa.

Itu pertanda kehidupan nyaman dan sejahtera.


Berwatak satria

Dinegeri ini sudah terbiasa kita mendengar ungkapan : supaya kita bersikap satria dalam menjalankan sesuatu dan hidup ini.

Seorang satria artinya orang yang terhormat karena perilaku dan tindakannya yang baik dan benar – Berbudi bawa laksana.

Satria itu orang yang bertanggung jawab. Ini merupakan sikap yang penting untuk saat ini, dimana orang yang berani bertanggung jawab semakin langka. Kebanyakan orang maunya sibuk cari fasilitas, dapat duit banyak dengan cara mudah dan tanpa tanggung jawab.

Seperti dalam cerita wayang dan babad, seorang satria baik wanita maupun pria,digambarkan berwajah rupawan dan baik hatinya –Ayu rupane, Ayu atine. Dalam pepatah Jawa adalah :

Galuga sinalusur sari.

Para satria itu bersikap:
Jembar pandelenge - Luas wawasannya.
Jembar jagade - Luas pergaulannya.
Jembar segarane - Luas hatinya, artinya pemaaf.

Mereka itu dicintai banyak orang – Katon cempaka sawakul.

Dalam bidang pekerjaan, seorang satria bisa dihandalkan, karena seorang satria adalah pemimpin yang berkwalitas. Argumentasi dan kerjanya bagus. Oleh karena itu, dia dengan mudah mampu membangkitkan semangat kerja dan juang teman-temannya dan orang lain, istilah Jawa nya: Sabda Merta.


Pemimpin Negarawan

Para satria sebenarnya punya kemampuan untuk berbakti ditingkat negarawan – statemanship.

Mereka punya modal kuat untuk menjadi negarawan.

Bila negara membutuhkannya, pada saat yang tepat, seorang satria anak bangsa akan muncul, dia punya kemampuan luar biasa untuk ngontragake gunung,mampu bahkan menggoncang gunung dan mengalahkan semua musuh bangsa dan negara.

Musuh yang paling berbahaya adalah mereka yang menggerogoti dari dalam dengan cara menghancurkan etika moral, budi pekerti anak bangsa, terutama yang punya jabatan penting dan posisi yang strategis, sehingga dimana-mana timbul manipulasi, korupsi dan penyalah gunaan wewenang yang ujung-ujungnya cari duit tidak halal.

Sang Pemimpin Sejati akan menjadi inspirator dan penggerak, karena segala ucapan dan seruannya mampu menggetarkan hati pendengarnya – Prawata Bramantara.

Dia dikenal sebagai orang yang suci hatinya, jujur dan harum namanya – Pandhita amreksa candhana.

Oleh karenanya, dia mendapat berkah Tuhan, segala tindakan dan kebijakannya berjalan dengan baik dan berhasil. – Istilahnya : Ora kena disuwawa

Pada zaman dulupun ada garis kebijakan bahwa seorang pemimpin atau pejabat menduduki jabatannya tidak pandang asal usul keluarga, apakah dia anak petani atau anak priyayi atau anak orang biasa, faktor penentunya adalah kebaikan dan kemampuannya – Kudhi pacul singa landhepa.

Semua orang diberi pengertian dan keyakinan bahwa negeri yang mempunyai pemimpin yang berkwalitas seperti tersebut diatas, kehidupan rakyatnya tentulah:

Mubra mubru blabur madu, artinya tentulah serba kecukupan, makmur, selamat dan bahagia.

Semoga Indonesia, segera masuk dalam daftar negeri seperti itu.

Tentang orang jawa dalam jagad kejawen



Lihat gambar ukuran penuh
Orang Jawa adalah sebutan bagi orang yang tinggal di Jawadwipa atau dipulau Jawa pada dulu kala.Pada saat ini yang dinamakan orang Jawa adalah penduduk yang menghuni di pulau Jawa bagian tengah dan timur yang disebut suku bangsa Jawa dan anak keturunannya .Pada umumnya mereka masih melestarikan budaya, adat istiadat warisan nenek moyangnya dan berbicara bahasa Jawa.Kebanyakan anak keturunan orang Jawa yang tinggal diluar “tanah Jawa” seperti di Jakarta dan daerah maupun negara lain, meski masih melestarikan atau akrab dengan budaya leluhurnya, sudah tidak lagi berkomunikasi dengan bahasa Jawa, mereka menggunakan bahasa Indonesia.


Harus diberi acungan jempol bahwa semua suku bangsa yang bermacam-macam di Indonesia, menjunjung tinggi rasa ke- Indonesia-an ,sebagai satu rumpun bangsa yang bersatu.Terlahir sebagai bangsa Indonesia sudah terpatri didalam lubuk hati yang terdalam sejak kelahiran ditanah air tercinta Indonesia, tidak peduli apa suku bangsanya. Rasa kepatriotan kesukuan tidak ada, yang ada adalah patriot Indonesia!

Dalam masyarakat multikultural Indonesia yang pluralistis, budaya, adat istiadat bermacam daerah dilestarikan dan dikembangkan untuk disumbangkan kepada Indonesia merdeka yang bersatu, bernaung dibawah kibaran bendera pusaka Merah Putih.


Masa Pra-Sejarah

Dalam khasanah Arkeologi, nama Java Man sudah tidak asing lagi, ini menunjuk kepada nenek moyang orang Jawa dikala purba.Situs manusia purba di Indonesia, pulau Jawa adalah di Sangiran yang terbelah sisi utara dan selatan karena dilewati aliran Kali Cemoro yang mengalir dari Gunung Merapi menuju ke Bengawan Solo. Bagian utara termasuk wilayah Desa Krikilan, Sragen, sedangkan yang belahan selatan masuk Desa Krendowahono, Karanganyar.

Penelitian dalam rangka mencari fosil nenek moyang manusia di Sangiran sudah dimulai sejak 1893 oleh peneliti Eugene Dubois.Dia menemukan fosil manusia purba di Trinil, Ngawi, Jawa Timur, yang dinamakan Pithecanthropus Erectus, artinya manusia kera yang berjalan tegak.

Penelitian di Sangiran dilanjutkan kembali secara intensif sejak 1930 oleh J.P. van Es dan 1934 oleh GHR von Koenigswald.Tidak kurang dari seribu alat-alat dari batu buatan manusia yang pernah tinggal disini diketemukan.

Alat dari batuan kaldeson yang dipecahkan itu bisa dipergunakan untuk memotong, menyerut dan untuk meruncingkani tombak. Oleh von Koenigswald alat-alat itu disebut alat serpih dari Sangiran –The Sangiran Flake Industry.

Meganthropus Paleojavanicus, manusia purba yang punya fosil rahang atas yang ukurannya besar diketemukan ditahun 1936. Selanjutnya ditahun 1937 diketemukan fosil manusia purba yang dinamakan Pithecanthropus Erectus. Penemuan spektakuler ini melibatkan banyak peneliti kondang dari manca negara dan para ahli Indonesia seperti R.P. Soejono, Teuku Yacob, S.Sartono, Hari Widianto dll.

Juga ikut terlibat berbagai lembaga peneliti seperti American Museum of National History, Biologisch-Archaelogisch Institut, Groningen, Tokyo University, Padova University, National d”Histoire Naturelle, Paris, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Yogyakarta dll.

Pemerintah RI telah menetapkan daerah Sangiran seluas 56 km2 sebagai Daerah Cagar Budaya. Pada 5 Desember 1996, Situs Sangiran oleh Unesco dinyatakan sebagai Warisan Budaya Dunia , World Heritage List No. 593, dengan nama Sangiran Early Man Site, Situs Hunian Manusia Purba Sangiran.

Menurut penelitian geologis, Situs Sangiran sudah muncul 3( tiga) juta tahun lalu dan merupakan perbukitan dengan struktur kubah ditengahnya, disebut Sangiran Dome.

Sekitar 1.8 hingga 1 juta tahun lalu ,daerah Jawa Tengah dan Timur merupakan lembah ,yang sebelah selatan dibatasi Gunung Selatan, sebelah utara oleh Gunung Kendeng. Lembah itu sebagian besar berupa danau dan rawa-rawa. Disebelah timur lembah berupa lautan. Ditengah lembah ada gunung a.l. Gunung Lawu Purba dan Gunung Wilis.

Pada saat itulah mulai muncul kehidupan manusia purba disekitar rawa-rawa dan muara sungai Cemoro yang bersumber di Gunung Merapi. Homo Erectus yang dikenal sebagai Java Man tinggal disekitar sungai Cemoro sekarang dan kehidupannya berkembang terus dengan diketemukannya ribuan alat-alat batu.

Selain fosil manusia purba, juga diketemukan fosil-fosil binatang purba seperti : Gajah, Banteng, Kerbau, Rusa, Kuda Nil – hippopotamus dll.Kuda Nil Sangiran ini ukuran besar dan beratnya duakali lipat dari kuda Nil yang ada sekarang ini!

Temuan fosil manusia, binatang dan peralatan batu yang jumlahnya ribuan bisa dilihat di Musium Sangiran.

Perkembangan budaya dari manusia purba menjadi manusia modern berjalan dalam kurun waktu yang sangat lama. Ini adalah uraian dari segi ilmiah mengenai keberadaan orang Jawadan anak keturunannya yang menghuni pulau ini sejak dahulu kala.

Orang Jawa dari sudut pandang kebatinan

Pulau Jawa mulai kelihatan dihuni manusia yang lebih maju peradabannya sejak 10.000. –sepuluh ribu tahun sebelum Masehi dan mulai agak ramai pada 3.000 –tigaribu tahun sebelum Masehi. Disaat itu kehidupan mulai mengelompok , sumber makanan mulai diperhatikan, tanaman mulai diurusi, selanjutnya dibudidayakan dengan sederhana sawah yang dialiri air.Keberadaan lahan, air, bibit tanaman dan pakan tidak menjadi masalah, karena sumbernya kaya dan luas dan penghuni masih sangat sedikit.

Muncul nama anak benua Jawata, Kepulauan Sweta Dwipa, Nusantara dan Jawa Dwipa yang adalah pulau Jawa. Nama penghuni pulau Jawa adalah orang Jawa.

Dibumi Jawa ,nama itu punya arti dan maksud yang penting. Nama pasti mempunyai arti dan mengandung makna dan harapan. Misalnya orang tua yang menghendaki anaknya selalu selamat, maka anaknya dinamai Slamet atau Sugeng, atau Rahayu. Supaya anaknya bijak dinamai Wicaksono, ingin waskita dinamai Waskita. Ingin anak perempuan yang cantik bagai bidadari ,diberi nama seperti nama bidadari seperti Ratih, Nawangwulan, Laksmi dll. Ingin supaya anak laki-laki yang macho, berwatak satria, diberi nama Satria atau nama-nama satria dalam wayang seperti : Arjuna, Bimo, Sadewo dll.

Nama-nama tempat dan rumah/gedung tentu diberi nama yang bagus, terutama bagus artinya, tetapi juga enak diucapkannya.
Hal ini merupakan kebiasaan yang lain dengan orang Inggris misalnya ,yang mengatakan : What is in a name? Apa artinya sebuah nama?

Dibab Jawadwipa telah disebutkan bahwa wong atau tiyang Jawa artinya keturunan dewa.


Pangiwo dan Panengen

Dalam Kejawen ada istilah Pangiwo dan Panengen. Pangiwo artinya kiwo, sebelah kiri, tempat yang sepi, tempat nya suksma, alam Kadewatan. Hidupnya dinamakan Sang Hyang Nurcahyo, berupa sinar gemilang, masih berada dialam gaib, belum punya piranti untuk hidup didunia, karena tidak punya badan fisik.

Panengen artinya sebelah kanan, tidak sepi, sudah mulai kelihatan. Ini perlambang kehidupan badan raga. Dimulai sejak berujud wiji, benih yang berada digua garba ibu, dalam pertapaan sembilan bulan mendapatkan sari makanan melalui usus yang berpusat dipusar ibu, siap muntuk lahir dan hidup didunia luar.


Tanah Jawa

Ada tanah Jawa atau tanah Jawi, maksudnya : ta- sira, kamu,anda ;nah dari mrenah artinya bertempat tinggal di Jawa atau Jawi – njawi artinya diluar, dijagat ini. Anda sudah tidak tinggal lagi dialam gaib,alam kadewatan, alam suksma, kini kamu tinggal diluar, dijagat ini.

Jadi sebenarnya hidup manusia dibumi ini tidak memisahkan kehidupan suksmanya yang berasal dari alam gaib dan kehidupan raganya didunia ini. Suksma dan raga selalu melekat tak terpisahkan dalam diri seorang manusia.Persatuan suksma dan raga dalam keadaan sempurna, sinkron. Kalau satu hari ,raganya rusak, maka suksma akan kembali lagi kealam asalnya, yang disebut alam suksma, alam gaib, alam kadewatan.

Jadi semakin terbuka jelas ajaran spiritual Jawa, bahwa suksma itu hidup langgeng, abadi, yang rusak itu raga. Oleh karena itu ada ungkapan kebatinan : Asal mula bali marang mula-mula, yang artinya suksma, roh kembali kelam asalnya, ke haribaan Tuhan.

Orang Jawa memang senang mengungkap sesuatu dengan perlambang ,dengan simbol-simbol. Bagi mereka yang belum biasa, bisa terjebak dalam menangkap artinya, karena ditafsirkan secara harafiah.


Arti kata Jawa


Menurut Prof. Mr. Hardjono.almarhum , Guru Besar Universitas Gaja Mada,ditahun 1980-an mengatakan kepada penulis mengenai arti Jawa atau Jawi dari sudut pandang kebatinan.Begini katanya : Dimas, banyak orang yang sebenarnya tidak mengerti arti kata Jawa atau Jawi. Ja itu artinya lahir dan wi artinya burung., jadi seperti burung, manusia itu harus melewati dua tahapan untuk menjadi manusia sempurna..Pertama terlahir sebagai telur, baru kemudian terbuka menjadi burung. Beliau tidak mau menjelaskan artinya yang jelas, membiarkan penulis mencari sendiri.

Ditahun 1984, dalam kaitan mendalami ajaran Kejawen, penulis bertemu dengan seorang pinisepuh yang pengetahuan Kejawennya sangat mumpuni, namanya Bapak Drs.S. Prawirowardoyo, Kol.Purn.AD. Dari beliau mendapat penjelasan lagi tentang arti kata Jawa. Dikatakannya bahwa orang Jawa itu baru sempurna hidupnya, kalau sudah dilahirkan dua kali. Yaitu pertama lewat gua garba ibu dan kedua kalinya setelah sempurna Ilmu Sejatinya.Penulis mengerti arti dari kalimat tersebut, tetapi tidak punya bayangan, bagaimana terjadi kelahiran kedua itu. .


Jangan sekadar percaya

Beliau hanya tersenyum, tidak mau menjawab rasa penasaran saya dan berkata : Nak Mas, jangan begitu saja percaya kepada saya. Sebagai orang Jawa, Nak Mas harus mengalami sendiri pengalaman spiritual, sebelum percaya. Itu hukum yang berlaku didunia kebatinan/spiritual. Jadi jangan percaya kepada jarene, kata orang, tetapi harus mengalami sendiri!

Baru setelah sepuluh tahun dari pertemuan ini, saya baru mengerti dengan sesungguhnya ,apa yang dimaksud dengan “kelahiran kedua” oleh orang kebatinan.

Selain itu, para ahli kebatinan mengatakan bahwa orang Jawa itu artinya orang yang selalu manembah dan berbakti dengan tulus kepada Gusti, Tuhan.


Dari segi Tata Krama

Dari segi tata krama, etiket pergaulan, orang Jawa itu artinya orang yang sopan . Orang yang santun disebut: njawani, kalau tidak tahu sopan santun disebut: ora njawani.
 
Masdeka Internet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template